Kinerja Tertinggi Saham IPO 2024

 IPO (Initial Public Offering) adalah proses ketika perusahaan swasta menjual sahamnya kepada masyarakat umum untuk pertama kalinya. IPO juga dikenal sebagai "penawaran saham perdana" atau "go public".

IPO memiliki beberapa tujuan, di antaranya: Mendapatkan modal tambahan dari masyarakat, Meningkatkan profil perusahaan, Meningkatkan likuiditas dan nilai saham, Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, Meningkatkan reputasi dan persepsi publik.

IPO merupakan momen penting bagi investor swasta untuk merealisasikan keuntungan dari investasi mereka. Sementara itu, investor publik dapat berpartisipasi dalam penawaran saham tersebut dan menjadi pemegang saham perusahaan. 

Untuk melakukan IPO, perusahaan harus memenuhi sejumlah syarat, seperti:

  • Memiliki struktur kepemimpinan yang baik dan lengkap 
  • Memenuhi kriteria akuntansi dan keuangan 
  • Telah beroperasi secara minimal selama satu tahun 
  • Tidak mengalami kerugian selama dua tahun terakhir
ISEA mencatatkan saham perdana di hari yang sama dengan BLES. Emiten yang bergerak di industri pembekuan biota  air, industri makan dan masakan olahan, serta perdagangan besar hasil perikanan ini menawarkan harga perdana Rp 250 per saham.
Di perdagangan terakhir hari ini, harga saham ISEA mentok auto rejection bawah dengan penurunan 24,79% setelah menguat empat hari beruntun. Dalam sepekan, harga saham ISEA masih tercatat menguat 40,80% dan ditutup pada Rp 352 per saham.
3. PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF)
GOLF menjadi saham baru dengan kinerja paling buncit dalam sepekan. Perusahaan milik cucu mantan Presiden Soeharto ini juga melantai di tanggal 8 Juli 2024.
GOLF menawarkan harga IPO sebesar Rp 200 per saham. Di akhir perdagangan hari ini, harga saham GOLF berada di Rp 230 per saham atau menguat 15% sejak melantai di BEI.
GOLF merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi manajemen dan pengelolaan lapangan golf, pengembangan properti, serta fasilitas pendukungnya.
4. PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA)
GUNA adalah emiten baru yang bergerak di industri makanan dari kedelai dan kacang-kacangan lainnya bukan kecap, tempe, dan tahu. Pemilik produk Almonesia, John Farmers, Kagil, dan GE Nut 2 Naga ini melantai di BEI pada Selasa (9/7).
Gunanusa menawarkan harga IPO Rp 150 per saham. Di akhir perdagangan Jumat (12/7), harga saham GUNA mencatat kenaikan total 98,67% sejak melantai dan ditutup pada Rp 298 per saham.
5. PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS)
UBC Medical menjadi emiten terakhir yang melantai pekan ini. LABS bergerak di bidang distributor alat kesehatan.
Menawarkan harga IPO di Rp 102 per saham, harga LABS mengakumulasi kenaikan 92,16% menjadi Rp 196 per saham hingga Jumat (12/7).
Hingga hari ini, ada total 937 saham yang tercatat di BEI. Sebanyak 248 saham tercatat di papan utama, 423 saham di papan pengembangan, dan 44 papan akselerasi. Hanya ada 3 saham yang berada di papan ekonomi baru. Sedangkan 219 saham berada di pemantauan khusus.
BEI kedatangan 32 emiten baru sejak awal tahun 2024. Dari 32 saham baru, hanya separuhnya atau 16 saham yang masih mencatat penguatan dari harga IPO.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan lima emiten baru dalam sepekan periode 8-12 Julil 2024. Lima emiten ini mencatat kenaikan harga double digit hingga akhir pekan. Harga saham dua emiten baru bahkan naik hampir dua kali lipat dari harga IPO.

Berikut 5 emiten baru yang mencatatkan saham di BEI pekan ini:

1. PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES)

Emiten yang bergerak di industri bata ringan dan semen mortar ini mencatatkan saham di BEI pada Senin (8/7). BLES menawarkan harga initial public offering (IPO) sebesar Rp 183 per saham.

Hingga tutup pasar Jumat (12/7) atau dalam lima hari perdagangan, harga saham BLES naik 40,98%. Pada akhir perdagangan, BLES memiliki total kapitalisasi pasar Rp 2,29 triliun.

2. PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA)






Komentar